Sejak satu pekan terakhir ketinggian air di Obyek Wisata Telaga Ngebel hampir setara dengan ketinggian daratan sekeliling telaga. 


Meluapnya air telaga ini dikarenakan faktor cuaca wilayah sekitar yang sering turun hujan deras. Besarnya volume air dari pegunungan yang masuk ke telaga membuat debit air terus meningkat. Kondisi tersebut sangat dikeluhkan warga karena membuat aliran air dari perumahan menjadi mampat, lantaran terbendung ketinggian air telaga . Aktifitas mereka pun menjadi terganggu.

Meski volume air penuh dan sejumlah infrastruktur pariwisata rusak, pihak Sumber Daya Air Dinas PU selaku penanggung jawab pintu air enggan menurunkan debit. Dengan alasan untuk cadangan pengairan sawah pada musim kemarau.

Menurut Totok, warga semakin resah karena jika air dibiarkan terus-menerus menggenang. Sebab akan menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang lebih besar. Terlebih lagi Telaga Ngebel merupakan obyek wisata alam yang menjadi kebanggaan Kabupaten Ponorogo . 

" Warga berharap ada penanganan dan ada solusi agar permasalahan bisa teratasi " Ujar Totok.

Sementara itu pihak kecamatan membenarkan kondisi cuaca saat ini tidak memungkinkan telaga bisa menampung air hujan jika debit air tidak diturunkan . Pihak kecamatan telah melayangkan surat kepada pihak terkait, agar permasalahan kerusakan lingkungan Telaga Ngebel tidak meluas.



Source : Pojok7