Seorang remaja di Kec. Pudak Ponorogo mejadi korban penganiayaan hingga babak belur. Penyebabnya pemuda tersebut berkendara dengan sepeda motor berknalpot brong dan dianggap mengganggu.

Gambar Ilustrasi
Remaja tersebut bernama Eri Susanto (17) warga Dkh. Tritih Desa Pudak wetan Kec. Pudak Ponorogo. Sedangkan yang memukulinya bernama Supri dengan alamat yang sama. Kejadian ini terjadi pada hari Senin (17/10/201).

Pada saat itu, Eri Susanto bersama temannya pulang dari menonton orkes dangdut di Desa Wagir Kidul dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di Desa Wagir, Eri bertemu Supri. Saat Eri mengendarai sepeda motor berknalpot brong itu, Supri tersinggung karena merasa korban sengaja menggeber sepeda motor itu.

Supri langsung melabrak dan memukul Eri. “Korban itu mengendarai sepeda motor yang berknalpot brong. Korban juga sempat meminta maaf kepada pelaku dan tidak bermaksut mblayar-bleyer dengan sepeda motornya, tetapi korban langsung memukul korban.”

Setelah itu, Eri dan temannya pulang kerumah. Selang beberapa jam, Supri dan dua temannya mendatangi rumah Eri dan menjemputnya dengan alasan menyelesaikan masalah.

Ternyata Eri dibawa ke hutan di Dukuh Pandansari, Desa Pudak Wetan dan dipukuli hingga babak belur. Setelah itu Eri langsung melapor ke Polsek Pudak dan polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi pun langsung melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Selang satu hari setelah pelaporan, Supri ditangkap polisi dan saat ini sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Ponorogo.

Sedangkan dua temannya masih buron dan saat ini diketahui berada di Yoyakarta.



Dilansir : MadiunPos