Pagi pukul 08.00 petugas Pol PP Kab. Ponorogo sudah beraksi merzia gerobak PKL yang ditinggal di alun-alun. Langkah tegas ini dilakukan karena PKL pemilik gerobak tidak mematuhi kesepakatan. Kasi Ops Pol PP Ponorogo, Sumartuji menuturkan " Banyak warga yang melaporkan via SMS kepada Bupati Ponorogo, ada PKL yang tidak tertib ".

paringan.blogspot.com
Sumartuji menjelaskan, PKL sudah bersepakat dengan dinas terkait mengenai aturan berjualan di alun-alun. Ketua sejumlah paguyuban PKL juga sudah menyetujui kesepakatan tersebut. Aturannya, pedagang hanya boleh berjualan pukul 15.00 hingga 24.00. Diluar jam tersebut, alun-alun harus steril dari para PKL. Bukan hanya steril dari transaksi, gerobak juga harus dipindahkan. Namun praktiknya, ada sejumlah PKL yang meninggalkan gerobaknya. ‘’Kalau terus dibiarkan, mereka yang tidak tertib akan keterusan. Dampaknya alun-alun bisa kumuh lagi seperti semula,’’ paparnya.

Ada sekitar 12 gerobak yang di sita petugas selama 1 jam dan berlangsung kondusif, pemilik gerobak yang mengetahui gerobaknya di sita tidak memberikan perlawanan. Gerobak-gerobak tersebut boleh diambil lagi jika pemilik sudah membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi meninggalkan gerobak di alun-alun dan jika melanggar lagi tidak diperbolehkan berjualan di alun-alun, Ujar Sumartuji. 



Source : RadarMadiun